Monthly Archives: Maret 2013

Kau, di mana Aku adalah Tulang Rusukmu yang Hilang Satu

Standar

Bertemu denganmu adalah kesempatan. Setelahnya, aku memilih untuk mencintaimu atau tidak, itu adalah pilihan.
Lebih dari itu, aku memilih untuk berjuang. Apa yang aku perjuangkan? Adalah kau. Kenapa harus ku perjuangkan? Karena bagiku, kau adalah bagian-bagian dari doa-doaku yang diijabah oleh Tuhan. Sebab bertemu denganmu, membuatku seolah-olah berhenti mencari.
Aku tidak pernah meminta kepada-Nya, seseorang yang tampan lagi kaya raya. Aku minta kepada-Nya, seseorang yang baik hatinya, baik rupanya, baik akhlaknya, baik budi pekertinya, baik agamanya, baik keluarganya, dan semoga itu adalah kau, di mana aku adalah tulang rusukmu yang hilang satu.

Iklan

Aku (tidak lagi) Lebih Bodoh dari Seekor Keledai

Standar

Aku pernah terluka dan luka itu lama sembuhnya.
Berkali-kali aku jatuh bangun antara membuang atau mempertahankan rasa itu.
Bagaimana bisa membuang perasaan semudah membalikkan telapak tangan?
Bagaimana mungkin mempertahankan perasaan untuk seseorang yang pergi meninggalkan?
Bagaimana rasanya memikirkan orang yang sama sekali tidak memikirkan keadaanmu, sementara dia terus menggayut bergelantungan di setiap hendak tidur dan ketika bangun, bukan hanya di mimpi tapi juga di sepanjang hari?
Aku bahkan lebih bodoh dari seekor keledai yang tidak mau jatuh di lubang yang sama, waktu itu, aku mau saja jatuh berkali-kali pada orang yang sama. Ia datang, aku senang. Ia pergi, aku sedih – Ia datang lagi, aku gembira lagi, ia pergi lagi, aku terluka lagi. Begitu seterusnya hingga aku terbiasa dengan kepergiannya yang semena-mena dan kedatangannya yang ku sambut dengan hati yang terbuka.
Tapi tidak untuk sekarang ini. Tidak akan!
Aku tidak mau lagi jadi manusia yang dikarunia akal dan pikiran tapi lebih bodoh dari seekor keledai, yang hanya karena hati yang entah terlalu baik, atau tak punya pelita yang cukup.
Dengan atau tanpa siapapun aku sekarang ini, kehadiranmu tidak akan pernah lagi berarti.
Sudah diisi oleh seseorang ataupun masih kosong di dalam dada sebelah kiri ini, kamu tidak lagi punya tempat di hatiku.