Ternyata Belajar Mencintai Jauh Lebih Sulit daripada Belajar Memaafkan

Standar

Ada yang bilang, cinta akan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.
Ada juga yang bilang, cinta dapat tumbuh dan berkembang dari perhatian-perhatian.
Ada lagi yang bilang, lebih baik dicintai daripada mencintai.

Tapi, pernah tidak merasakan bahwa belajar mencintai ternyata jauh lebih sulit daripada belajar memaafkan kesalahan orang lain?

Aku pikir, dicintai tanpa balas mencintai sama menyedihkannya dengan kita yang mencintai tapi tidak mendapat balasan dicintai.

Andai aku kuasa, aku akan memilih membalas cintanya, hingga aku tak perlu lagi menunggu-nunggu cinta yang lain.

Tapi aku tidak bisa.
Sekalipun aku sendiri, sekalipun tidak ada siapa-siapa yang menemani, sekalipun hatiku hampa, sekalipun aku dihujani dengan berjuta perhatian darinya, tetap saja ruang hati ini menolak untuk diisi oleh hati yang memang bukan pemiliknya.

Dulu aku pikir, lebih baik dicintai daripada mencintai.
Namun ternyata keindahan cinta itu terletak pada dua yang sama-sama saling mengisi.

Ternyata benar, belajar mencintai jauh lebih sulit daripada belajar memaafkan sebuah kesalahan yang fatal sekalipun.
Ternyata cinta yang baik, meski ruang hatinya kosong, akan menempatkan dirinya pada tempat yang semestinya.

Jadi, ini yang namanya, cinta tidak dapat dipaksakan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s