Setengah Lusin Wejangan dari Kakak

Standar

21 tahun hidup bersamanya, aku adalah satu-satunya adik perempuannya yang hidup berdampingan dengannya.
Dulu ketika aku kecil, ia yang mengajariku bersepeda, hingga beranjak remaja ia juga yang ikut mengajariku bagaimana caranya mengendarai sepeda motor.
Pernah suatu ketika, aku ditabrak lari dan jatuh dari sepeda motor, waktu itu ia yang panik dan ingin mengejar si pelaku, tapi aku yang mencegahnya.
Pernah juga suatu hari, kala aku ingin berangkat kerja, waktu itu sedang terjadi kebakaran di dekat rumah, ia melarangku untuk berangkat, katanya jangan dulu menyebrang, tunggu sampai semua rombongan pemadam kebakaran itu berlalu, bahaya kalau sampai aku ditabrak, namun ia tahu aku tipe orang yang keras kepala dan akhirnya ia yang dengan ringan hati mengantarkanku menyebrang jalan.
Kadang, ia juga begitu menyebalkan.
Dulu ia sering mengejekku karena waktu sekolah aku tidak pernah punya pacar, hingga akhirnya ia berhenti mengejekku setelah aku tahu ia membaca isi sms-ku secara diam-diam, ada seseorang yang menyatakan cintanya kepadaku melalui sms tersebut.

Dan inilah setengah lusin wejangan dari dia ketika aku mulai beranjak dewasa:
1. “Wid, cari pacar itu benar-benar! Ingat, nikah itu sekali aja seumur hidup.”
2. “Wid, kalau mampir ke rumah teman (laki-laki), kalau dikasih air minum, jangan diminum! Barusan dapat info, ada cewek yang dibius dari minuman lalu ditiduri.”
3. “Kalau nanti ada (laki-laki) yang berani mukulin kamu, jarinya yang aku potong-potong!”
4. “Wid, kalau pacaran, jangan terlalu dalam! Selama belum ada ijab qabul, pokoknya jangan!”
5. “Aku ini laki-laki. Sepolos-polosnya laki-laki, sekalipun ia tak pernah pacaran, mau dia berpendidikan atau tidak, aku tahu sepenuhnya sifat laki-laki. Pokoknya, hati-hati!”
6. “Wid, kamu itu adikku. Wajar kalau aku khawatir.”

Terima kasih, Bang :’)

Iklan

One response »

  1. tertarik pd salah satu point wejangan kakak,,, point 5 “Aku ini laki-laki. Sepolos-polosnya laki-laki, sekalipun ia tak pernah pacaran, mau dia berpendidikan atau tidak, aku tahu sepenuhnya sifat laki-laki. Pokoknya, hati-hati!”… wah,,, agak mencurigakan dan terasa sekali penekanannya…
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s