Aku Tidak Bisa Mencintai Dia Biasa-Biasa Saja

Standar

“Cintailah seadanya”, kata pepatah bijak suatu hari.
Tapi aku tidak bisa berpura-pura mencintai dia seadanya saja.
Aku tidak bisa berbohong bahwa mencintai dia itu biasa-biasa saja.
Sekalipun ia jarang memberi perhatian, aku selalu sabar untuk ia yang selalu besar di dalam hati kecil ini.

Mataku tak selalu melihatnya, telingaku tak selalu mendengar suaranya dan lenganku belum sanggup memeluknya, maka caraku menjaganya ialah melalui do’a, layaknya bulan yang menjaga malam untuk tetap terang.

Cintaku tidak buta, meski aku jarang mendapat perhatian darinya, aku tidak butuh perhatian dari hati yang lain. Semoga dengan caraku menjaga hatiku sepenuhnya untuknya, ia juga menjaga hatinya untukku. Karena aku percaya, bila kita menanam kebaikan, kita juga akan menuai kebaikan, dan berlaku sebaliknya.

Aku bersyukur dipertemukan dengannya dan bersyukur atas rasa cinta yang Allah tanam di hati ini. Ia bahagiaku dan aku bahagia memperjuangkannya. Pasrah kepada Allah dan berharap ridha-Nya, begitulah caraku mencintainya.

Sekali lagi, aku tidak bisa mencintai dia biasa-biasa saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s