Hilang

Standar

Aku tidak heran lagi dengan kedatanganmu yang tiba-tiba. Seperti dulu, aku telah terbiasa dengan kepergianmu yang semena-mena.

Tak usah kau ucap maaf, memangnya salahmu mana yang tidak pernah aku maafkan?

Kau tahu tidak? Terkadang ada hal-hal yang sulit untuk dilupakan bahkan untuk seorang pelupa ulung sekalipun.

Tapi aku mohon, jangan meminta aku untuk mengingat yang telah lalu.

Kamu tidak mengerti, untuk mampu menghadapimu terlebih tersenyum lagi padamu, aku telah berenang di laut luka dan nyaris tenggelam dalam kubangan air mata.

Maaf untukmu mana yang tidak pernah aku beri? Tapi tolong, jangan minta aku untuk kembali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s